Tampilkan postingan dengan label Cerita Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hikmah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

Tangan Ghaib Menyelamatkan Kita


Tangan Ghaib Menyelamatkan Kita

CATATAN INDAH - Seorang pekerja yang berasal dari desa Qazwin pergi ke Taheran untuk mencari pekerjaan dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Setelah mengumpulkan banyak uang, dia berniat pulang ke desanya dan membelikan keperluan anak dan  istrinya. Ya, selama beberapa waktu dia telah bekerja di Taheran dan berhasil mengumpulkan sejumlah uang yang cukup. Dia pun pulang kedesanya.

Seorang pencuri mengetahui rencana kepulangan pekerja lugu itu.  Dia lalu mengikuti perjalanan pekerja yang pulang kedesanya itu. Dengan cara apapun, pencuri itu bertekad merampas uang itu dari tangan pekerja itu.

Pencuri itu pun naik bus yang sama dengan si pekerja. Lelaki pekerja itu sangat gembira, sehingga tidak sadar kalau dirinya tengah diikuti laki-laki lain yang berniat jahat padanya. Sesampainya di desa, pekerja itu menemui anak dan istrinya.

Sementara itu, sang pencuri tengah sembunyi di atas atap rumah. Dari atap, pencuri itu bisa melihat bagian dalam rumah. Dia selalu mengawasi gerak-gerik pekerja itu untuk mengetahui dimana dia meletakkan uangnya. Ternyata lelaki pekerja itu meletakkan uangnya di bawah permadani.

Pada detik-detik seperti itu, setanpun membisikkan rencana jahat ke hati pengikutnya, “Saat mereka tidur, bawalah bayi mereka kehalaman rumah dan bangunkan! Tangis bayi itu akan menyebabkan ayah-ibunya terbangun dan keluar dari rumah. Pada saat itu, cepatlah engkau masuk ke dalam rumah dan ambil uangnya. Engkau pasti berhasil mencapai keinginanmu.”

Ayah dan ibu itu pun tidur. Tepat tengah malam, secara diam-diam pencuri itu menyelinap kekamar dan dengan hati-hati membawa keluar bayi itu ke halaman rumah dan membuatnya menangis. Setelah itu, pencuri tersebut bersembunyi.

Lantaran tangis sang bayi, ayah dan ibunya pun terbangun dari tidur. Mereka ketakutan melihat apa yang terjadi dan dengan bergegas mereka berlari menuju bayi itu. Di saat itulah pencuri itu masuk kedalam rumah dan mengambil uang di bawah permadani itu. Tiba-tiba, gempa bumi melanda desa Qazwin. Rumah itu pun hancur dan rubuh, menimpa sang pencuri. Dia mati seketika dengan tangan yang masih menggenggam uang curian itu.

Dalam pada itu, si penghuni rumah tersebut selamat. Namun, mereka tidak mengetahui peristiwa yang sebenarnya. Mereka hanya mengatakan kepada diri mereka sendiri, “Tangan ghaib telah menyelamat kan kita!”

Setelah beberapa hari, reruntuhan rumah itu pun di bongkar untuk menyelamatkan perabot rumah yang masih bersisa. Tiba-tiba, pandangan orang-orang tertuju pada jenazah pencuri dengan tangan menggenggam uang itu. Dari situlah mereka mengetahui apa yang sebenarnya yang terjadi.”[]

Minggu, 11 Maret 2012

Jika Kau Tak Bantu, Aku Berbuat Dosa



Jika Kau Tak Bantu, Aku Berbuat Dosa (Ilustrasi)


CATATAN INDAH - Allah mewahyukan kepada Nabi Daud as, “Pergilah ketempat Nabi Daniel dan katakan padanya, ‘Suatu kali, engkau melakukan kesalahan (maksudnya meninggalkan perbuatan yang lebih utama), Allah pun memaafkan mu. Kali kedua, engkau melakukan melakukan kesalahan , Allah pun memaafkan mu. Kali ketiga, Engkau Engkau berbuat kesalahan, Allah pun memaafkanmu juga. Jika engkau melakukan kesalahan keempat kalinya, Allah tidak akan memaafkanmu.”
Nabi Daud as pun pergi ketempat Nabi Daniel as dan menyampaikan firman Allah Swt itu kepadanya. Nabi Daniel as berkata kepada Nabi Daud as, “Wahai Nabi Allah , Anda telah menjalankan tugas Anda.”
Menjelang tengah malam, Nabi Daniel as bemunajat kepada Allah dan merendahkan diri dihadapan-Nya seraya berkata, “Ya Allah, Nabimu, Daud  as, telah menyampaikan firman-Mu kepadaku bahwa jika aku melakukan kesalahan untuk yang keempat kalinya, maka Engkau tidak akan memaafkanku. Aku bersumpah demi keagungan-Mu, jika engkau tidak memberikan perhatian padaku dan membantuku, maka aku akan terus melanggar perintah-Mu. Kemudian, kembali aku melanggar perintah-Mu dan melanggar perintah-Mu.[]

Kami Tetap Memberinya Rezeki

Kami Tetap Memberinya Rezeki (Ilustrasi)



CATATAN INDAH - Nabi Ibrahim as gemar menyambut dan menghormati tamu. Suatu hari, ditengah perjalanannya, seorang Majusi singgah di rumah Nabi Ibrahim as dan menjadi tamunya. Nabi Ibrahim as mengatakan padanya, “Jika Anda menerima Islam, maka saya akan menerima Anda (sebagai tamu). Dan jika tidak, maka saya tidak bisa menerima Anda sebagai tamu. “Orang Majusi itu pun pergi.
Kemudian, Allah Swt mewahyukan kepada Nabi Ibrahim as, “Wahai Ibrahim, engkau mengatakan kepada orang Majusi itu, ‘Jika kamu tidak menerima Islam, maka kamu tidak berhak menjadi tamuku dan menyantap makananku.’ Padahal, dia kafir selama 70 tahun, naman Kami (Allah) tetap memberinya rezeki. Apa salahnya jika engkau memberi makanan selama satu malam?”
Nabi Ibrahim as pun menyesali perbuatannya. Beliau lalu pergi mencari orang Majusi itu. Setelah lama mencari, akhirnya beliau menemukannya. Dengan penuh hormat, Nabi Ibrahim as mengundangnya sebagai tamu.
Orang Majusi itu pun menanyakan kepada Nabi Ibrahim as tentang apa yang terjadi. Nabi Ibrahim as menjelaskan kepada orang Majusi itu tentang wahyu Allah tersebut. Orang Majusi itu berkata, “Benarkah Allah sangat menyayangi saya?  Sekarang, jelaskan kepada saya tentang ajaran Islam, sehingga saya bisa menerimanya.” Tak lama kemudian, orang Majusi itu pun menerima Islam.[]

Sabtu, 10 Maret 2012

Merpati - merpati Ka’bah

Merpati - merpati Ka’bah



CATATAN INDAH - Suatu hari Imam Zainal abidin Al-Sajjad mengatakan kepada sahabat-sahabatnya, “Apakah kalian tahu sebab keberadaan merpati-merpati di Ka’bah?”
Mereka menjawab, “Tidak, wahai putra Rosulullah. Jelaskan kepada kami penyebabnya.” Beliau berkata, “Di zaman dahulu, hidup seorang laki-laki yang memil;iki sebuah rumah. Di tengah rumah itu, tumbuhlah sebatang pohon kurma. Seekor burung merpati membuat sarangnya diatas pohon kurma itu. Setiap kali merpati itu menetaskan anak-anaknya, lelaki itu memanjat pohon kurma tersebut, lau mengambil anak-anak merpati itu dan menyembelihnya.”
“Kejadian tersebut berlangsung selama beberapa waktu. (Akhirnya) burung merpati itu mengadukan perbuatan laki-laki tersebut kepada Allah. (Kemudian) kepada merpati itu diilhamkan bahwa pada kali berikutnya, saat laki-laki itu memanjat pohon untuk mengambil anak-anak sang merpati, dia akan terjatuh dari atas pohon kurma itu dan mati.”
“Burung merpati itu kembali menetaskan anak-anaknya. Suatu hari , ia melihat laki-laki itu memanjat pohon. Sang induk merpati pun bertengger di atas sebuah dahan dan memperhatikan apa yang akan terjadi. Ketika laki-laki itu memanjat pohon, terdengarlah suara pengemis dan orang yang membuthkan bantuan dari balik pintu rumah. Laki-laki itu pun segera turun dan memberikan sesuatu kepada sang pengemis. Dia kembali memanjat Pohon, lalu mengambil anak-anak merpati itu dan membunuhnya.”
“Induk merpati mengadu kepad Allah seraya berkata, ‘Ya Allah, mana janji-Mu yang telah Engkau sampaikan padaku?’ Kepada induk merpati itu kemudian diilhamkan, ‘Lantaran sedekah yang dilakukan laki-laki itu, dia terhindar dari bencana dan musibah. Akan tetapi, dengan cepat Aku (Allah) akan menambah keturunanmu. Dan Aku (Allah) akan memberikan tempat tinggal yang aman sehingga engkau tidak akan diganggu hingga hari kiamat.”
“Allah Swt menempatkan merpati-merpati itu di Ka’bah, sebuah tempat yang aman dan tentram. Tak seorang pun mampu memburu dan menangkap mereka.”[]

Jumat, 09 Maret 2012

Makhluk Laut dan Nabi Sulaiman


Makhluk Laut dan Nabi Sulaiman (Ilustrasi)

CATATAN INDAH - Suatu hari, seekor binatang laut me-nampakkan wajahnya di permukaan air dan berkata kepada Nabi Sulaiman as, “Hari ini, jamulah saya sebagai tamu anda.”

Nabi Sulaiman as pun memerintahkan agar mengumpulkan persediaan makanan sebulan untuk tentaranya dan meletakkannya ditepi laut. Makanan tersebut ditimbun hingga tampak bagaikan sebuah gunung.. Makanan sebanyak itu kemudian diberikan kepada binatang (laut) tersebut. Binatang itu pun melahap semuanya hanya dengan sekali telan, kemudian berkata, “Masih adakah yang tersisa? Makanan sebanyak ini adalah porsi makan saya setiap hari”

Nabi Sulaiman as meras heran dan bertanya “Adakah  makhluk hidup lai sepertimu didalam lautan?”

Binatang itu menjawab, “Ada ribuan spesies lagi seperti saya.”

Begitulah, siapa saja yang benar-benar bertawakal pada Allah, maka Dia (Allah) akan menciptakan sebab-sebab bagi rezekinya dari arah yang tak terduga.[]

Burung Itu Memberinya Minum

Burung Itu Memberinya Minum (Ilustrasi)



CATATAN INDAH - Seorang raja tengah duduk dihadapan hidangan dan bersiap menyantap makanan. Tiba – tiba seeokor burung hinggap ditas kepala lelaki itu dan mengoyak danging (makanan sang raja) dengan paruh dan cakarnya, lalu meletakkan di mulut lelaki itu. Saat lelaki itu kenyang, burung tersebut terbang dan pergi untuk memenuhi paruhnya dengan air. Ia lalu membawa air itu dan menuangkannya kemulut lelaki tersebut. Lantas burung itu terbang dan pergi.
Sang raja dan orang-orang bersamanya menemui lelaki itu dan melepaskan belenggu besi tersebut. Mereka kemudian menanyakan peristiwa yang menimpa lelaki itu. Dia menjawab “Saya adalah seorang pedagang. Sekelompok perampok telah merampas semua harta dan barang dagangan saya. Kemudian mereka mengikat saya ditempat ini. Setiap hari, burung itu datang pada saya sebanyak dua kali dalam seharinya. Ia membawakan makanan dan minuman untuk saya, agar saya tidak kelaparan dan kehausan”.
Sang raja kemudian menjadi sadar (akan kebesaran dan kasih saying Allah terhadap hamba-hamba-Nya). Kemudian, dia meninggalkan tampuk kekuasaannya dan pergi kesebuah tempat dan pergi kesebuah tempat sunyi serta sibuk beribadah hingga wafat.[]

Dia Tahu Keadaanku



Dia Tahu Keadaanku


CATATAN INDAH - Ketika Raja Namrud melemparkan Nabi Ibrahim as dalam api, malaikat langitpun menangis. Malaikat Jibril berkata, “Ya Allah, di muka bumi seorang hamba yang menyembah-Mu dan seorang musuh sedang mengusainya.”
Allah SWT berfirman, “Setiap saat aku hendak membantu dan menolongnya. “Para malaikat menjawab, “Ya Allah, Tuhan kami! Perkenankan kami menolongnya. “Allah Swt berfirman, “Pergilah! Pabila dia (Nabi Ibrahim) memberikan izin, maka tolonglah dia.”
Maka, malaikat pengatur air, malaikat pengatur angin, malaikat pengatur tanah dan malaikat pengatur api datang dan berkata, “Wahai Ibrahim, Perkenankan kami menyelamatkan mu dan memusnahkan musuh-musuhmu.” Namun Nabi Ismail as tidak memberikan perkenan.
Karena itu, Malaikat Jibril datang seraya berkata, “Wahai Ibrahim, apakah Anda memiliki suatu keperluan?”
Nabi Ibrahim as menjawab,”Saya memiliki keperluan, tetapi tidak kepada Anda.”
Jibril berkata, ”Sampaikanlah hajat Anda, kepada siapapun yang Anda inginkan.”
Nabi Ibrahim as berkata, “Cukuplah bagi saya untuk tidak meminta, karena Dia (Allah) mengetahui keadaan saya. Saya serahkan urusan saya kepada Allah. Sungguh, Allah maha tahu atas keadaan hamba-hamba-Nya.
Kemudian Allah berfirman,
“Wahai api, Jadilah dingin dan menyelamatkan Ibrahim”
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost